Berita Sekolah

Asta Training & Career Center Sosialisasikan Program Perhotelan dan Kapal Pesiar Kepada Siswa SMK N 2 Kudus

Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (28/2) Asta Training & Career Center adalah sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan perhotelan dan kapal pesiar dibawah naungan Yayasan Shamsa Tiga Nusa, yang menempati gedung di Jl. Indraprasta No. 46, Semarang.

Pagi ini, Kamis (28/2) Asta adakan sosialisasi di SMK N 2 Kudus guna menarik siswa siswi SMK 2 Kudus agar setelah lulus nanti bisa melanjutkan di Asta bagi siswa-siswi yang ingin melanjutkan.

Sosialisasi ini dilaksanakan di ruang A1.1 dan A1.2 yang dimulai pukul 09.00 dan diikuti oleh siswa-siswi kelas XII TAV, TKR, TKJ serta Tim dari Asta.

Materi yang disampaikan oleh Asta seperti persyaratan pendaftaran di Asta, keadaan di Asta, cara mendaftar yang bisa dilakukan secara online atau bisa datang langsung ke sekolahnya yakni di Semarang, dan program-programnya.

Risma mengatakan bahwa, “program-program yang ada di Asta yaitu sertifikat satu tahun (setara D1) yang mempunyai dua bagian yaitu di bagian perhotelan dan dibagian kapal pesiar.”

Dibagian perhotelan memuat 4 jurusan yakni front office, house keeping,food and beverage service, dan food production and patisseri (tata boga dan patiseri). Sedangkan dibagian kapal pesiar dengan jurusan Cruise Line service short course.

Biaya yang diperlukan pada saat pendaftaran yakni Rp100.000,00 dan biaya pada saat yang digunakan daftar ulang yakni sebesar Rp1.000.000,00 sedangkan biaya yang digunakan untuk subsidi kos yaitu Rp150. 000,00. Tetapi jika ada 50 orang pendaftar maka akan mendapat potongan biaya sebesar Rp2.000.000,00.

Jika sekolah di Asta harus bisa bahasa Inggris jika tidak bisa tidak usah takut nanti akan diajari saat sekolah di Asta tersebut.

Program pelatihan ini terbuka bagi semua peserta dari berbagai jenis dan bidang pekerjaan, bahkan mungkin juga berbagai tingkatan jabatan. Akan sangat umum disini jika kita menemukan supervisor dan staff senior berada dalam satu kelas. Metode pelatihan semacam ini akan sangat menguntungkan karena dapat menumbuhkan komunikasi dan kerja tim yang lebih baik dalam bisnis.

“Siswa-siswi tidak perlu khawatir jika tidak mendapatkan upah magang, yang terpenting adalah pengalaman menuju kerja yang sebenarnya,” Tutup Risma. AF/Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.