Kudus, Jawa Tengah, smkn2kudus.sch.id (9/12) Ribuan warga SMKN 2 Kudus ikuti upacara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), yang diperingati setiap 9 Desember.
Warga yang terdiri atas bapak ibu guru, staff Tata Usaha dan pelajar mengikuti rangkaian kegiatan upacara antikorupsi yang diselenggarakan oleh SMKN 2 Kudus Senin pagi, di lapangan utama SMKN 2 Kudus.
Drs. Harto Sundoyo, M.Pd selaku pembina upacara membacakan sambutan dari Gubernur Jawa Tengah. Beliau bercerita tentang contoh riil gerakan antikorupsi yang telah dilakukan oleh founding fathers kita: Soekarno-Hatta.
“Kita tahu, dua tokoh hebat yang kemasyhurannya diakui dunia ini memiliki kekuasaan yang luar biasa, karena memegang mandat rakyat sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Namun, sepanjang hidupnya, 2 mereka ternyata justru memilih laku marhaen. Meski berkuasa, Soekano-Hatta tetap tidak banyak harta. Bahkan menjelang akhir hayatnya, dwitunggal itu menyisakan kisah yang membuat kita mbrebes mili”. Isi sambutan Gubernur Jawa Tengah.
“Suatu ketika, tatkala Bung Karno masih di Istana Merdeka, terpaksa harus mengurungkan keinginannya untuk sekadar makan pisang goreng dan nasi kecap karena sama sekali tidak punya uang. Bahkan, beberapa kali bapak proklamator itu harus pinjam uang kepada ajudannya untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saking prihatinnya, di akhir tahun 1969, dia harus muter-muter mencari pinjaman untuk menikahkan putrinya. Tidak jauh beda, Bung Hatta sampai akhir hayatnya masih saja menyimpan brosur sepatu merek Bally. Ya, hanya bisa menyimpan brosurnya, karena sepanjang hidup Bung Hatta tidak bisa mewujudkan mimpinya untuk membeli sepatu itu. Bahkan karena kehati-hatiannya terhadap uang negara, Bung Hatta tidak mau menggunakan secarik kertas dari kantor untuk keperluan pribadinya”. Tambahnya.
Kegiatan upacara tersebut diakhiri dengan doa bersama. Mel/Red
