Bias Dusta

Posted Leave a commentPosted in Artikel

By. R. Sholichah

Pada angin yang turun pelan-pelan

Dari langit

Mengembus bumi

Pada tutur janji yang kauberi

Memberiku perih luka
Antara hitam dan putih

Menemukan di sudut lorong-lorong mungil
Sebelum semua mengikuti perjalanan ini,

Ia masih asri bersama dedaunan pohon durian, tumbuh beringingan dengan rindangnya pohon rambutan

Ia adalah sepenggal cerita

Namun  bukan bagian kita,
hanya saja hadir di antara mereka yang mulai berguguran,

atau diperlakukan lagi, mengulangi saat Desember sudah menguning di penghujung ceritaku

Lalu memilih dua sisi yang telah ditunjuk,

Hitam atau putih

Pada Desember yang menguning ini tak ada lagi tentang kita

Hari Ayah: Seberapa Pentingkah Peran Ayah bagi Remaja?

Posted 1 CommentPosted in Artikel
Foto: Getty Images/iStockphoto/ChristinLola

Oleh R. Sholichah

Berbeda dengan Hari Ibu yang sudah populer dan selalu diperingati tiap bulan Desember, gaung peringatan Hari Ayah masih jarang terdengar. Padahal, sama seperti ibu, peran ayah juga sangat sangat krusial dalam perkembangan anak di masa remaja.

Ayah, dengan sosoknya yang tangguh, biasanya identik dengan tugas mencari nafkah, sibuk di luar rumah, memperbaiki perkakas rusak, dll. Sebenarnya, sosok ayah tidak sebatas tugas-tugas tersebut, justru ayah adalah pemegang peran penting dalam keluarga, khususnya dalam perkembangan remaja.

Menurut Dwi Ratna Laksitasari dalam artikelnya yang berjudul “Fatherless Country” dalam laman babelprov.go.id. “Fatherless Country” adalah negara yang memiliki kecenderungan di mana peranan ayah minim terlibat secara signifikan dan hangat dalam kehidupan sehari-hari seorang anak. Di Indonesia,  peranan ayah dianggap sosok pencari nafkah yang bekerja keras sehingga tidak perlu dibebani dengan tugas mengasuh anak.

Selain peran sang ibu, sejatinya remaja sangat membutuhkan sosok ayah sebagai role model dan menuntunnya menjadi remaja yang berkepribadian positif. Peran ayah harus mampu membuat rasa aman dan nyaman bagi anak terutama ketika anak menemui situasi sulit  saat  remaja.

Lalu, seberapa pentingkah peran ayah bagi remaja?  Berikut beberapa peran penting ayah dalam perkembangan kehidupan remaja, di antaranya,

  1. Pembangun Kehidupan Akademik
    Ayah sangat berperan bagi kehidupan akademik anak remajanya. Sebuah jurnal yang dirilis oleh www.elsevier.com tentang pengaruh kedekatan ayah pada remaja di Taiwan menjelaskan bahwa ayah memegang peranan penting dalam kesuksesan akademik remaja. Ketika ayah hadir dalam proses pendidikan remaja, mereka cenderung lebih fokus dan memiliki goal dalam menuntaskan pendidikan.
  2. Pembangun Kepercayaan Diri
    Saat ayah terlibat dalam perkembangan emosi remaja, atau ketika ayah menunjukkan rasa kasih sayang pada sang anak, secara tidak sadar anak yang telah menjadi remaja tersebut akan mudah berekspresi sehingga membangun kepercayaan diri menjadi lebih mudah. Ia merasa dipercaya dan mampu menjadi dirinya baik di lingkungan pribadi hingga kehidupan sosial. Sosok ayah yang selalu hadir dalam setiap aktivitas remaja akan menumbuhkan remaja yang aktif, berani tampil, dan memiliki kepercayaan diri yang maksimal. Sebaliknya, ayah yang tidak mampu hadir dalam setiap aktivitas anak, dipastikan anak akan sulit berkomunikasi dengan dunia luar dan kurang memiliki kepercayaan diri.
  3. Pembangun semangat anak
    Anak di kehidupan remajanya akan memiliki kualitas psikologis yang baik jika di lingkungan keluarganya, ia memiliki sosok ayah yang selalu memberi motivasi dan dukungan anak baik dalam hal belajar atau sekadar menekuni hobi di luar akademika.
  4. Pembangun Konsep Diri Anak
    Orang tua baik ayah maupun ibu harus menjadi sosok panutan untuk anak. Namun, ayah menjadi pemegang peran utama dalam pembentukan konsep diri anak. Ayah yang selalu hadir dan memberikan konsep yang positif terhadap anaknya, maka anak akan tumbuh menjadi remaja yang terdidik secara positif menjadi pribadi yang bertanggung jawab, stabil, memiliki prinsip dan berpegang teguh pada konsep diri yang positif meskipun ia berada pada lingkungan yang berbeda di luar sana. Remaja yang memiliki ikatan yang kuat dengan ayahnya, akan lebih mahir mengendalikan stres ketika ia beranjak dewasa, daripada remaja yang tidak memiliki hubungan baik dengan ayahnya. Dapat dipastikan, seorang anak remaja yang mendapatkan perhatian yang utuh dari ayahnya cenderung memiliki konsep diri yang kuat, kondisi emosional yang stabil, merasa aman, dan berani mengeksplorasi lingkungan sekitar.